Derap awan yang perlahan menyambut malam
Sore tenang di ujung jalan
Bintang memaksa mengintip wajahmu
Matahari marah sebab ini belum waktumu
Oksigen beradu dengan kepulan asap rokok
Berharap di pompa oleh jantungmu
Sementara pohon mempersiapkan diri untuk menghirup gas karbon yang keluar dari hidungmu
Kenapa semua begitu menohok
Waktu memaksa mentari untuk jatuh
Gelap memulangkanmu dengan angkuh
Detik tak bisa berhenti
Ingatan yang baru terisi
Visibilitas semakin tajam
Anggun Senja Mengantarkanmu pulang
Tidak ada komentar:
Posting Komentar